Pulau Beras Basah, Bontang. Konon katanya pulau ini terbentuk akibat kapal yang membawa beras terbalik, sehingga beras yang dibawanya tumpah dan membentuk sebuah pulau. Tidak begitu luas namun pulau ini cukup banyak menarik wisatawan domestik karena suasananya yang sangat nyaman buat kumpul-kumpul. Tak jarang beberapa rombongan orang yang kesini membawa bekal makanan yang dinikmati bersama-sama pada siang hari dibawah pepohonan (kelapa) yang rindang. Suasana sejuk dan berangin membuat kita dan rombongan ingin duduk santai bahkan tiduran sembari menikmati ciptaan Tuhan. (Bontang, 01 Februari 2014)
Saturday, February 1, 2014
Monday, April 8, 2013
Tak lagi Eksotis, tak lagi seribuu...
Saturday, May 19, 2012
Lost!!!! (My Time)
Entah sejak kapan, saya kehilangan kemampuan atau lebih tepatnya kehilangan banyak waktu untuk menulis dan mengisi blog ini. Ketika saya coba mengingat-ingat, mungkin sejak saya tergoda kemudian ikut-ikutan menjadi pengguna HP dengan kemampuan Messenger itu. Hampir setiap waktu, pagi, siang, sore sampai malam benda itu menjadi benda wajib yang dibawa kemudian dibuka. Mata belum terbuka dan kesadaran pun belum benar-benar pulih dari bangun tidur, namun tangan langsung saja meraih benda tersebut. Mungkin sudah menjadi kebiasaan tanpa melihat dengan sempurna, jari-jari tangan mulai menekan tombol kemudian masuklah pada menu recent updates. Mencari-cari apa saja yang terjadi atau ada foto-foto terbaru dari teman-teman sejak terakhir buka menu Messenger tersebut. Padahal terakhir membukanya sebelum tidur atau lebihkurang 6 jam sesaat sebelum mata terpejam.
Itu baru bangun tidur. Selain itu sebelum berangkat kerja, sebelum memulai pekerjaan, sebelum makan dan lain sebagainya tidak akan ketinggalan kebiasaan membuka HP sambil nyengir senyum-senyum sendiri dan kadang mengacuhkan teman bicara. Jadi saya sependapat dengan tulisan teman saya. Orang-orang tidak lagi berdoa sebelum memulai sesuatu, melainkan update status atau ganti foto profil. Termasuk saya sendiri yang melakukan kegiatan wajib itu.
Mulanya hanya diperuntukkan untuk memudahkan atau menjadi media bertukar informasi dan data. Tetapi lama-kelamaan menjadi kebiasaan buruk. Autis, jadi gampang mengeluh, pamer, atau sok-sok-an adalah penyakit yang sangat banyak ditemukan pada pengguna smartphone ini.Tanpa mengomentari kelebihan-kelebihan dan fungsi smartphone sebenarnya, benda ini sangat berpengaruh besar terhadap pergeseran pola hidup manusia zaman sekarang, termasuk pola hidup saya sendiri. Parahnya kebiasaan ini sangat sulit untuk dirubah. Rasanya membawa benda ini setiap saat namun tidak membuka fitur messengernya seperti hampa saja rasanya. Bukan lebay tapi itulah kenyataannya.... Huhh......
Wednesday, February 29, 2012
Wake me Up when February End
Aku ingin mengambil sesuatu dalam rumah itu tetapi aku tidak tahu bagaimana caranya masuk. Pintunya selalu tertutup, tidak ada celah dalam rumah itu terlihat meski hanya sekedar mengintip isinya. Sepertinya pemilik rumah itu menutup rapat-rapat dan tidak ingin seorang pun tahu bahkan mengambil sesuatu yang ada didalam rumah. Kuperhatikan beberapa orang seperti diriku banyak yang tertarik untuk mengambil sesuatu dalam rumah itu.
goodbye february
29022012
goodbye february
29022012
Wednesday, January 25, 2012
Tuesday, January 17, 2012
Bidadari
Mungkin saja suatu ketika anda segera terbangun, padahal sedang bermimpi dahi anda dikecup bidadari.
Dan ketika anda membuka mata “bidadari” itu sedang memandangi anda sambil mengenakan mukenanya dan berkata…
“Shalat Yukk”
Dan ketika anda membuka mata “bidadari” itu sedang memandangi anda sambil mengenakan mukenanya dan berkata…
“Shalat Yukk”
Monday, January 16, 2012
Mawar Jepang (Japanesse Rose)
| Rating: | ★★★ |
| Category: | Books |
| Genre: | Biographies & Memoirs |
| Author: | Rei Kimura |
Rika Kobayashi adalah nama baru Sayuri Miyamoto. Sayuri Miyamoto - seorang pilot (perempuan) yang selamat dari usaha serangan Kamikaze ke Kapal Amerika. Ia gagal mati ketika usaha Kamikaze gagal karena jatuh tertembak ketika melancarkan aksi kamikazenya.
Untuk menutupi aib - bahwa ada seorang perempuan yang menjadi pilot kamikaze, pemerintah jepang menghapus jejak tersebut dengan memberikan 2 pilihan kepada Sayuri. Dihukum mati atau merubah namanya menjadi orang lain dan mematikan tokoh "Sayuri Miyamoto".
Baca yang versi Indonesianya;
Mawar Jepang adalah sebuah Novel berlatar sejarah. Benar atau tidaknya ada seorang tokoh Sayuri Miyamoto, belum ada yang menyatakan kebenarannya, namun cerita dan latar kejadian mengingatkan kita pada sejarah Bangsa Indonesia.
Judul : Mawar Jepang, Kisah Pilot Kamikaze Perempuan yang dibungkam dalam Sejarah
Penerbit : PT. Gramedia Pustaka Utama
No.ISBN : 978-979-22-7096-9
Friday, January 6, 2012
2012 (Konsistensi dan Berkualitas)
Sudah Januari lagi.
Dulu, sejak akhir tahun 2010 atau memasuki tahun 2011. Saya berkomitmen untuk memperbaiki dan meningkatkan kualitas diri.
Konsistensi, itulah kata kunci yang ingin saya lakukan sepanjang tahun 2011. Namun nyatanya, saya tidak bisa dikatakan berhasil melakukan hal itu. Seperti tahun-tahun sebelumnya, cuma bulan pertama hingga bulan ke 8 (delapan) saja saya mampu bertahan untuk konsisten.
Meski banyak perubahan (hidup) yang signifikan pada tahun 2011 hingga menyongsong tahun 2012, ada beberapa hal yang harus saya buktikan dan tekadkan lagi "bulat-bulat" agar tak keluar jalur lagi hingga akhirnya melenceng dan tak memenuhi target.
Konsistensi yang ingin saya capai 2012:
1. Kualitas Ibadah
Beberapa tahun belakangan, saya mulai memahami dan tersadar bahwa ibadah bukan dinilai dari kuantitas tapi kualitas. Malah sebaiknya harus sejalan. Kuantitas makin banyak, kualitas juga makin baik.
Saya ingin merubah paradigma dalam bathin saya:
Ibadah bukan hanya sekedar rutinitas semata tetapi menjadi sebuah keharusan yang disertai dengan keikhlasan.
Ibadah harusnya bukan jadi beban, melainkan kebutuhan.
2. Kualitas hidup
Kalau yang ini jangan ditanya lagi. Tentu saja hidup harus lebih baik dari hari yang telah lalu. Semoga dalam tahun ini, saya dapat menyempurnakan separuh agama saya. Amiinn....*blushhh*
3. Membaca (2012 - tak hanya sekedar membaca, tapi menyerap ilmunya)
Sampai dengan akhir tahun 2011, target membaca (buku) saya tak tercapai. Konsistensi saya menurun drastis sejak bulan ke 6 (enam) 2011 dan malah lebih sering membaca majalah (tim sepakbola) kesukaan sayaa...."Win, draw or losee!! I will support Manchester United till death!!!!"
4. Konsistensi - dalam semua bidang
Kata Kunci 2012.
Tetap tak berubah yakni KONSISTENSI. Namun ada tambahan yakni KUALITAS.
KONSISTENSI dan BERKUALITAS.
Untuk target-target yang ingin dicapai pada tahun 2012, rasanya tak ingin saya menuliskannya disini. Cukup dalam "Buku Rahasia" saya sendiri.
Monday, August 15, 2011
Mengatasi MINDER (KURANG PERCAYA DIRI) dalam pergaulan :
Berhentilah memikirkan apa yang dipikirkan orang lain, karena apa yang dipikiran orang lain tentang Anda, belum tentu sama persis seperti bayangan Anda. Lakukan dan berkatalah sesuka anda selama anda tidak melanggar norma, aturan dan etika
Sunday, August 14, 2011
Sunday, August 7, 2011
Kau...Teman, Sahabat, dan Saudara
Kau...Teman, Sahabat, dan Saudara
Sahabat..
Ada setiap saat
Laku dan sifatmu memang tak seperti Malaikat
Tapi selalu ada ketika diri ini sedang tak sehat
Meski keberadaanmu tak menyembuhkan serupa Obat
Namun kau datang dengan sejuta nasehat
Senyum dan hadirmu mampu suntikkan energi-semangat
Seringkali maaf dan terimakasihku datang terlambat
Kau tetap tersenyum ungkapkan pengorbanan tanpa syarat
Bagiku kau bukan sekedar teman dekat
Tapi sudah menjadi Saudara(i) ku sobat
Do'a ku, semoga Surga menjadi tempatmu kelak di Akhirat
*publish disini, karena lama tak "menyentuh" rumah (MP) ini
Tuesday, July 5, 2011
Sketsa
| Rating: | ★★★ |
| Category: | Books |
| Genre: | Other |
| Author: | Ari Nur Utami |
Namun aksi balas dendamnya tersebut merubah total jalan hidup Katarina. Alih-alih ingin menghancurkan PT. Semesta, ia malah merasa sangat nyaman bekerja disana. Sampai akhirnya Katarina mendapati seorang laki-laki dan akhirnya jatuh cinta kepadanya. Ia merasa laki-laki itu adalah soulmate yang selama ini dia cari. Laki-laki itu bernama Edwin, seorang Direktur keuangan PT. Semesta. Karena status Edwin itu lah beberapa masalah datang menghampiri Katarina. Padahal Edwin sendiri juga sangat mengharapkan cinta dari Katarina.
Saya kira hanya sesederhana itu kisah cintanya. Datang, balas dendam, lalu jatuh cinta, batal deh balas dendamnya....Ternyata salah. Rumit banget ternyata. Bagaimana mungkin seorang karyawan yang baru masuk dengan jabatan sebagai pekerja lapangan jatuh cinta dengan seorang Direktur Keuangan perusahaan besar. Bagai pungguk merindukan bulan. Dan ternyata masalah tak hanya sampai disitu saja. Katarina ternyata juga telah mempunyai suami. Ia jatuh cinta lagi ketika masih berstatus sebagai isteri.
Hingga akhirnya Katarina bingung memilih antara mempertahankan rumah tangganya bersama suaminya (Andri) atau bercerai dan memilih Edwin sebagai kekasihnya. Lalu datang lagi tokoh-tokoh lain seperti Meisya, Okta dan lainnya membuat cerita cinta Katarina kompleks banget. Rasanya kita harus benar-benar menghabiskan buku ini sampai akhir untuk mengetahui seperti apa penyelesaian cinta Katarina.
Sama seperti buku karangan Ari Nur lainnya, beliau banyak sekali mengeksplorasi istilah dan apa saja yang terjadi dalam dunia teknik khususnya dunia per proyekan. Mungkin latar belakang pendidikan beliau yang memang Arsitek. Jadi buku ini bisa dijadikan referensi untuk anak-anak Teknik khususnya Arsitek yang akan lulus sebagai persiapan memasuki dunia kerja (teknik) yang sesungguhnya.
Yang menjadi pembeda dengan buku Diorama Sepasang Albanna dan Dilatasi Memori adalah konflik dan permasalahan yang dialami tokoh utama - Katarina. Dibuku ketiga ini tak begitu dominan lagi unsur romantisme khas dari dua buku sebelumnya.
Thursday, May 19, 2011
Tatakan Gulu
Waktu saya kecil, saya sering dan paling suka bermain langsung di alam bebas. Di lumpur, sungai, lapangan ataupun dihutan (kami menyebutnya darat). Karena bermain di alam terbuka tersebut membuat saya dan teman-teman bebas menggunakan media apa saja sebagai bahan permainannya. Mulai dari ranting pohon untuk dijadikan senjata-senjataan atau dedaunan yang biasa kami pakai untuk m
embuat topi, baju perang dan uang mainan.
Asyiknya bermain di alam terkadang membuat kami lupa diri-lupa mandi dan waktu. Saking asyiknya bermain kami tidak sadar pagi sudah jadi sore lagi.
Hal tersebut ternyata membuat resah orang tua kami. Bukan hanya mengganggu waktu belajar, juga membuat orangtua khawatir dengan perilaku kami, yakni mengigau permainan saat tidur.
Mengantisipasi masalah tersebut, para orangtua kami (Kai, Nini, Mama dan Abah) menakuti kami dengan sebuah cerita misteri "Tatakan Gulu".
Konon, Tatakan gulu sering berkeliaran mencari korban untuk dipotong kepalanya. Potongan kepala tersebut dijadikan tumbal untuk membangun jembatan atau bangunan-bangunan lain. Menurut cerita masyarakat (banjar), korban yang paling dicari adalah anak-anak.
Mereka beroperasi saat siang bolong (tengah hari) dan saat senja. Jam-jam ini memang waktu larangan bermain bagi anak-anak di daerah kami.
Bentuk dan rupa tatakan gulu itu sendiri masih misterius. Apakah makhluk gaib atau "manusia beikungan". Yang jelas, cerita tersebut terbukti ampuh menakuti anak-anak yang bermain.
Entah hanya mitos atau dongeng saja, ternyata Tatakan Gulu tersebut membawa nilai kebaikan pada anak-anak agar berhenti bermain saat panas terik dan senja hari.
Menurut bahasa banjar : Tatakan Gulu terdiri dari dua kata, yaitu Tatak (an) dan Gulu.
Tatak berarti potong, tambahan akhiran -an berarti penegasan kata kerja. Sedangkan kata "Gulu" berasal dari kata "Penggulu" yang berarti leher. Jadi secara harfiah bahasa Indonesia "Tatakan Gulu" berarti pemotong leher/kepala.
Istilah lain Tatakan Gulu yang populer di masyarakat Banjar adalah Ngayau/Mayau, dll.
Sebuah cerita masa kecil saya di Banjarmasin.
Gambar diatas adalah bayangan/imaginasi/illustrasi saya kepada sosok tatakan gulu. Jadi bukan bentuk yang sebenarnya.
Saturday, April 23, 2011
Pedaringan [Ungkapan Banjar]
Namun yang menarik perhatian saya adalah pedaringan. Menurut teman saya yang sudah jadi bapak itu: istilah pedaringan merupakan ungkapan masyarakat banjar. Ungkapan yang menyatakan bahwa pedaringan itu adalah sumber penghidupan suami-isteri. Untuk lebih jelasnya mungkin seperti cerita berikut.
Seorang lelaki sederhana atau bisa juga miskin, lalu menikah dengan perempuan yang sama (boleh juga kaya). Lalu mereka bersama-sama membangun keluarga dari titik nol untuk mengatasi berbagai masalah dan pesakitan. Seperti tak ada biaya untuk melangsungkan pernikahan, kemudian dipusingkan dengan mencari tempat tinggal karena kontrak rumah mahal hingga masalah lain tentang rumah tangga yg lain dan tak habis-habisnya untuk dibahas.
Sampai akhirnya suami isteri itu sukses dengan usaha yang mereka rintis bersama. Jerih payah/ perjuangan bersama dari nol hingga sukses itulah dianggap pedaringan. Jika pedaringan itu ditinggalkan atau dengan kata lain seorang isteri/suami tersebut bercerai –salah satu diantara keduanya menikah lagi- maka usaha/pencaharian apapun yang dilakukan kemudian dengan isteri/suami yang baru tidak akan berhasil (sukses) lagi. Karena pernikahan yang pertama lah yang membawa berkah (soulmate forever, hehe).
Namanya manusia, makhluk yg diciptakan disertai dengan hawa nafsu. Maka keinginan untuk menambah isteri/suami saat harta berlimpah sangat sering terjadi. Pada saat itulah godaan menghampiri. Namun ketika suami/isteri tersebut teringat “Pedaringan” di rumah, maka ada benteng dari dalam untuk menghindarinya.
Entah ini mitos atau bukan, tapi masyarakat banjar masih mempercayainya. Yang jelas ada sisi positif / hikmah yang diambil dari Pedaringan tersebut. Kita dilatih untuk setia dan bertanggung jawab, serta mensyukuri nikmat atas apa yang dikarunia kan Allah.
“Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (ni’mat) kepadamu, dan jika kamu mengingkari (ni’mat-Ku), maka sesungguhnya azab-Ku sangat pedih” [QS. Ibrahim 7]
*hanya catatan kecil, atas ketidak tahuan istilah/ungkapan masyarakat banjar
**Gambar pinjam disini
Tuesday, April 19, 2011
Rekam Jejak Perjalanan
Wednesday, April 13, 2011
Minta Opini/Masukan Kalian??.
Pernah kah kalian merasa bahwa saat ini kalian berada pada kondisi yang terjepit...?
Sudah terjepit lalu berada pada titik terendah. Seakan-akan hidup ini tidak adil. Kenapa orang yang (menurut kita) kurang -segala hal- dibandingkan dengan kita bernasib baik jika dibandingkan dengan kita. Padahal jika dilihat kebelakang usaha kita lebih dari mereka.
Entahlah//
walau pun telah menerima keadaan dengan lapang dada (selalu mensyukuri nikmat yg ada dan melihat kondisi sekeliling yang berada dibawah), tetap saja ada perasaan mengganjal di hati. Lalu sedikit demi sedikit penyakit hati menggerogoti diri. Iri terhadap kesuksesan teman/orang yang dengan "mudah" mendapatkan apa yang di inginkannya. Sedang kita..usaha dan terus berusaha namun tetap saja tidak sesuai dengan yang diharapkan.
"Tak mungkin menyalahkan waktu....tak mungkin menyalahkan keadaan.."
(lagi-lagi kebawa lirik lagu, hehe)
Makanya sebelum penyakit hati itu menjadi parah menggerogoti diri kita maka mohon sharing dan masukan teman2 semua bagi yg sudah pernah merasakan dan mengatasinya.
Sudah terjepit lalu berada pada titik terendah. Seakan-akan hidup ini tidak adil. Kenapa orang yang (menurut kita) kurang -segala hal- dibandingkan dengan kita bernasib baik jika dibandingkan dengan kita. Padahal jika dilihat kebelakang usaha kita lebih dari mereka.
Entahlah//
walau pun telah menerima keadaan dengan lapang dada (selalu mensyukuri nikmat yg ada dan melihat kondisi sekeliling yang berada dibawah), tetap saja ada perasaan mengganjal di hati. Lalu sedikit demi sedikit penyakit hati menggerogoti diri. Iri terhadap kesuksesan teman/orang yang dengan "mudah" mendapatkan apa yang di inginkannya. Sedang kita..usaha dan terus berusaha namun tetap saja tidak sesuai dengan yang diharapkan.
"Tak mungkin menyalahkan waktu....tak mungkin menyalahkan keadaan.."
(lagi-lagi kebawa lirik lagu, hehe)
Makanya sebelum penyakit hati itu menjadi parah menggerogoti diri kita maka mohon sharing dan masukan teman2 semua bagi yg sudah pernah merasakan dan mengatasinya.
Monday, April 11, 2011
Sekelumit Cerita (perjalanan) dari Alabio dan Kotabaru
Akhirnya tunai sudah cita dan keinginan saya untuk mengelilingi seluruh kota dan daerah di Kalimantan Selatan. Sedikit demi sedikit mimpi mengelilingi Indonesia khususnya pulau Kalimantan terealisasi. Senin (28 Maret 2011) lalu bersama pimpinan, saya kembali dapat tugas untuk dinas ke luar kota. Kali ini tujuan yg akan kami kunjungi adalah Tanjung dan Amuntai. Kalau perjalanan ke Tanjung (Tabalong) sudah pernah saya ceritakan disini. Maka kali ini saya hanya akan menceritakan sedikit dari daerah di Amuntai.
Alabio dan Danau Panggang dikenal sebagai daerah terjauh dari hiruk pikuk keramaian kota. Maka tidak heran kalau daerah ini sepi. Akses menuju daerah ini dapat melalui darat atau sungai. Namun jalan darat yang tersedia sangat kecil. Hanya mampu dilewati satu buah mobil, maka berhati-hati lah jika kita mengendarai mobil lalu berpapasan dengan mobil lain dari arah berlawanan. Kemungkinan mobil tergores sangat besar. Disepanjang jalan di Alabio hanya terdapat pemandangan rumah warga, kandang ternak itik dan luasnya daerah rawa.
Bentuk rumah sangat sederhana. Seperti bayangan anak kecil waktu disuruh menggambar rumah. Hanya ada 2 pintu, didepan dan dibelakang. Kemudian disamping pintu ada jendela. Atap tak ada jurai atau variasi bentuk atap yang beragam, bentuknya hanya perisai sederhana yang memanjang sepanjang rumah. Atau bentuk rumah bisa di visualisasikan dengan gabungan sebuah balok memanjang beratap prisma segitiga.Rumah tersebut terbuat dari kayu –beberapa menggunakan kayu ulin (kayu besi)- dan beratapkan sirap atau atap daun rumbia. Hanya beberapa rumah yang menggunakan beton. Itupun masih berada di pemukiman menuju keluar perkampungan.
Menurut bapak yang bertugas di daerah ini kebetulan beliau menemani kami, penduduk sekitar bermatapencaharian sebagai peternak itik. Tak heran jika di daerah sangat terkenal sebagai penghasil telur dan itik terbesar. Maka pantas itik alabio dijadikan symbol khas daerah ini.
Selain terkenal karena itiknya. Alabio juga sangat dikenal karena bahasanya dengan alunan logat yang khas. Rata-rata masyarakat disini tak dapat melafalkan dengan baik setiap kata dengan huruf “O” dan “U”. Bagi kita yang tidak terbiasa mendengar mereka berbicara, maka kita mungkin akan tersenyum atau tertawa dengan gaya bicara mereka. (Mohon maaf, bukan maksud meremehkan).
Ada lagi yang jadi ciri khasnya alabio, yaitu kebanyakan orang banjar sering bercerita me”alabio” atau “mehalabio”. Artinya cerita tersebut merupakan sebuah plesetan atau ambiguitas dari sebuah kata/cerita. Saat orang yang mehalabiu bercerita,maka kita dituntut untuk berpikir, agar mengerti maksud (makna tersirat) dari cerita tersebut. Temanya beragam tapi kebanyakannya adalah humor.
Danau panggang??
Ya!!!
Saya sempat membayangkan dengan me reka-reka rupa daerah ini. Sebuah danau yang Indah???
Lalu seperti apa danau yang di panggang???
(Karena daerah ini bernama Danau Panggang)
Rupanya tebakan dalam pikir saya salah. Tak ada danau di daerah ini. Yang ada hanya rawa-rawa. Sepanjang jalan dan sepanjang pandangan mata, kita akan melihat hamparan rawa yang tak ada habis-habisnya. Luas areal daerah ini sebagian besar di tutupi rawa-rawa. Pemukiman penduduk hanya di pinggiran jalan. Berjejer satu rumah dengan rumah yang lain disepanjang jalan. Dan hanya ada satu rumah, di setiap jalan. Tidak ada rumah lagi dibelakang rumah atau tidak ada gang, komplek atau himpitan rumah lainnya. Ah, saya jadi susah menjelaskannya.
Namun begitu, suasana di dua daerah ini sangat lah nyaman. Saya tidak merasa jenuh seperti yang ada dikota. Disini jauh dari hiruk pikuk perkotaan. Tidak ada jalan macet, tidak ada salip menyalip kendaraan yang bikin jengkel pengguna jalan lain. Ke daerah ini saya seperti kembali ke masa kecil, bermain langsung di alam seperti bolang yang ada di TV. Apalagi di sini merupakan daerah yang sangat Religius.
Seingat saya –kata bapak yang bersama kami- setiap malam senin, di mesjid terbesar didaerah ini diadakan pengajian agama oleh tokoh/Ulama yang sangat terkenal. Mesjid ini selalu penuh oleh jama’ah bahkan jamaah yang berada jauh diluar daerah. Sayang saya lupa nama Guru/Ulama tersebut.
Usai ke Tanjung dan Amuntai ternyata saja di ajak lagi untuk melakukan perjalanan dinas (3-7 April 2011). Sebenarnya masih berat sih untuk jalan lagi, laporan yang ada aja belum juga selesai, eh berangkat lagi. Tapi saat ingat cita-cita mengelilingi ke seluruh penjuru kota dan daerah di Kalimantan, maka keberatan itu saya buang jauh-jauh. Tujuan kali ini adalah Batulicin dan Kotabaru. Keduanya masih berada di Wilayah Propinsi Kalimantan Selatan. Namun dua kota ini beda arah jalan dengan banua anam atau kota/daerah lain di Kalsel.
Batulicin sudah pernah saya ceritakan juga keadaannya disini. Maka Kotabaru lah yang akan saya ceritakan sedikit tentangnya sesuai apa yang saya lihat, dengar, dan rasakan. Kotabaru merupakan pulau yang terpisah dengan pulau Kalimantan. Maka untuk mencapai daerah ini kita diharuskan menyeberang laut. (Jaraknya hampir sama dengan penyeberangan menuju Balikpapan dari Penajam).
Selain menggunakan kapal penyeberangan berupa ferry, penyeberangan menuju Kotabaru juga disediakan kapal cepat berupa speedboat. Tapi speedboat hanya digunakan untuk kapal penumpang. Barang seperti mobil atau sepeda motor tidak mungkin untuk speedboat. Kalau dari Banjarmasin menuju Kotabaru kita diharuskan ke Batulicin dulu untuk naik fery di pelabuhan Tanjung Serdang. Waktu yang diperlukan menuju Batulicin (ke pelabuhan) dari Batulicin sekitar lima jam perjalanan darat normal. Jika tak menunggu lama (menunggu penumpang lain), dari pelabuhan Batulicin ke Tanjung Serdang (pelabuhan Kotabaru) memakan waktu sekitar 45 menit. Selanjutnya menuju Kotabaru dari Tanjung Serdang diperlukan waktu kurang lebih satu jam.
Sampai di pusat keramaian atau pusat kota, seperti biasanya mata saya lirik kiri dan kanan. Melihat beragam bentuk bangunan dan karakter (fisik) manusianya. Hehe. Sekilas, apa yang saya lihat waktu itu ada perbedaan antara kota Banjarmasin dan Kotabaru. Terutama bentuk bangunannya. Di bandingkan dengan Banjarmasin, rumah dan ruko di Kotabaru memiliki gaya arsitektur yang tinggi. Kalau di Banjarmasin, sebagian besar ruko yang dibangun dengan tampilan sederhana tanpa ornament-ornamen yang menarik.
Nah di Kotabaru kita akan melihat ruko dengan gaya dan bentuk beragam. Beberapa façade (tampilan depan) dibikin dengan seni yang tinggi. Pertama saya melihat ruko yang mirip kelenteng (rumah ibadah Tionghoa), kemudian saya temukan juga bentuk ruko yang banyak sekali hiasan/mainan pada façade. Kaca, balok tambahan, Listplank pada balkon, bentuk atap, dsb merupakan bagian ruko yang mendapat sentuhan seni arsiteknya. Wuihh. Lumayan untuk bangunan di Pulau yang terpisah dengan Kalimantan ini.
Sa-ijaan adalah motto daerah ini. Menurut info yang saya dapat “Sa ijaan” artinya sepakat atau se iya-sekata. Namun saya belum terlalu yakin kebenaran arti kata itu.
Kata orang-orang kalau ke Kotabaru jangan lupa ke siring. Setelah saya tanya kesana kemari dan mengunjungi langsung, ternyata siring itu adalah sebuah tempat (pusat keramaian) yang berada di pinggir laut kotabaru. Tempat ini merupakan tempat favorit untuk tempat berkumpul bareng keluarga atau teman-teman karena pemandangannya cukup menarik. Di siring ini juga terdapat symbol atau ciri khas kotabaru, yaitu patung Ikan Todak.
Ternyata tidak salah dengan lirik lagu daerah kotabaru yang populer itu. Kotabaru memang menyimpan keindahan gunung yang Bamega (gunung yang berawan). Satu lagi informasi yang saya dapat. Katanya seluruh pulau Kotabaru ini dibawahnya tersimpan batubara, namun dilarang keras untuk menambangnya. Karena ditakutkan akan terjadi bencana jika penambangan dilakukan. Devisa daerah ini masih disokong oleh industri semen yang ada di Tarjun.
Saya berharap akan kembali lagi ke daerah ini…untuk menjemput sebuah impian.
Kotabaru gunungnya Ba' mega
Ba' mega umbak manampur di sala karang
Umbak manampur di sala karang
Batamu lawanlah adinda
Adinda iman di dada rasa malayang
Iman di dada rasa malayang
Pisang silat tanamlah babaris
Babaris...tabang pang bamban kuhalangakan
Tabang pang bamban kuhalangakan
Bahalat gununglah babaris
Babaris hatiku dandam ‘kusalangakan
Hatiku dandam ‘kusalangakan
Burung bintit batiti di batang
Di batang si batang buluh kuning manggading
Di batang buluh kuning manggading
Kacilangan lampulah di kapal
Di kapal anak Walanda main komidi
Anak Walanda main komidi
Malam tadi bamimpilah datang
Rasa datang rasa bapaluk lawan si ading
Rasa bapaluk lawan si ading
Kasiangan guringlah sabantal
Sabantal tangan ka dada hidung ka pipi
Tangan ka dada hidung ka pipi
Judul lagu Paris Barantai
Ciptaan H. Anang Ardiansyah
Saya menyayangkan gambar pandangan saya waktu itu tidak tersimpan dengan sempurna, sehingga ada beberapa foto-foto diatas adalah hasil googling.
Friday, April 1, 2011
Apakah ini jalan ku??? Fenomena Pegawai Negeri Sipil (copas)
Mohon maaf jika saya memposting alias repost artikel ini, tentunya jadi menuhin inboxnya teman2 dan saudara semua, hehe
kenapa saya repost lagi, karena saya ingin menyimpannya agar saya bisa bercermin tentang jatidiri saya sebenarnya....(Wualaahh ngomong apaan ya saya). Dimana posisi saya?? hehe
Jadi kalau ada yang menentang atau pun yang pro silakan, tp jangan anarki yah..hehe
artikel ini saya ambil dari forum sebelah, sumbernya dari sini
Judul Asli: Fenomena Pegawai Negeri Sipil
****
just share pengalaman teman sebagai PNS - sekedar berbagi pengalaman
no offense atau memojokkan profesi, semoga banyak hikmah yang kita dapatkan dari tulisan ini
Menjadi PNS (Pegawai Negeri Sipil), bagi sebagian orang Indonesia adalah sebuah dambaan, meskipun bagi sebagian lagi yang lain mungkin keengganan. Menjadi dambaan banyak orang sehingga antrean pengambil formulir pendaftaran CPNS selalu membludak setiap tahun. Orang merelakan apapun yang dia miliki untuk menjadi seorang PNS, baik uang puluhan juta rupiah, harga diri, dsb. Meskipun sudah ada upaya dari pemerintah untuk memperbaiki masalah rekrutmen PNS, baik melalui hukuman dan perbaikan sistem, tapi tetap saja masalah sogok, suap, atau apalah namanya adalah fakta yang terjadi di masyarakat.
Alhamdulillah saya tidak perlu melewati itu semua, karena kebetulan saya menjadi PNS bukan lewat jalur penerimaan biasa, tapi lewat beasiswa sekolah luar negeri dalam program STAID (sebelumnya bernama OFP dan STMDP) yang diinisiasi pak Habibie. Well, meskipun saya tidak pernah bercita-cita menjadi PNS, saya harus ikhlas melaksanakan perjanjian yang dulu saya buat sebelum berangkat ke Jepang. Dan secara dewasa saya harus mengakui bahwa ini adalah jalur jalan kehidupan saya, paling tidak sampai ikatan dinas 2n+1 saya berakhir
Jujur, saat ini saya merasa fatique, penat dan bosan dengan kehidupan saya sebagai PNS. Mohon maaf bagi rekan-rekan saya sesama PNS, sekali lagi saya tidak bermasalah dengan anda semua, saya cinta anda semua dan sedang berdjoeang seperti anda-anda semua Yang saya penatkan adalah behavior, sistem dan birokrasi yang ada di dalam institusi pemerintah. Biasanya yang menentramkan saya adalah sahabat saya yang lagi nongkrong di jerman, yaitu Made Wiryana yang sering mengatakan bahwa, yang paling gampang itu memang kalau kita memilih berdjoeang di luar, bebas dan tidak terikat. Penghargaan yang besar kepada rekan-rekan yang memilih berdjoeang di dalam institusi pemerintah, membuat inovasi serta perbaikan dari dalam.
Nah saya ingin menshare suatu ide, pandangan dan referensi sebelum saudara-saudara saya tercinta di seluruh Indonesia memilih untuk menjadi PNS. Tentu yang saya sampaikan ini masih bersifat subjektif, masih hanya analisa di satu atau dua institusi pemerintah, dan perlu satu langkah diskusi, survey atau penelitian yang komprehensif sebagai upaya objetifikasi ide. Poin-poin yang saya sampaikan di bawah juga masih bisa ditambahi, dikurangi, dihapus atau bahkan diturunkan kalau muncul desakan di sana sini Mudah-mudahan ide ini bisa jadi gambaran sehingga tidak ada lagi orang yang salah jalan menempuh jalan terjal dan mendaki menjadi PNS, padahal itu sebenarnya tidak cocok untuk dirinya.
Jadi menurut saya, sekali lagi “menurut saya”, PNS tidak cocok untuk orang-orang seperti di bawah:
1. Orang yang ingin melakukan perubahan, perbaikan, membuat inovasi baru dan berharap itu akan terimplementasikan dalam waktu cepat. Perubahan, perbaikan berjalan lambat karena sistem (baik dalam konotasi baik maupun buruk ) sudah berjalan sangat lama dan turun temurun. Anda mau nekat? anak kemarin sore dan pahlawan kesiangan adalah gelar abadi anda
2. Orang yang tidak suka melihat uang dan anggaran dipermainkan, diputar-putar dan dipatgulipat. Orang yang memandang bahwa permainan anggaran, permainan perencanaan kegiatan adalah kegiatan yang salah, penuh dosa dan akan mendapatkan balasan setimpal di akherat kelak. Perlu dicatat juga bahwa banyak juga ”PNS lurus” yang tidak menyadari bahwa beberapa fasilitas dan honor yang diterima adalah hasil subsidi silang dari kesemrawutan anggaran dan realisasinya.
3. Orang yang tidak suka sesuatu berjalan tidak sesuai dengan rencana atau anggaran yang jauh-jauh hari telah ditetapkan. Dalam rencana anggaran tertulis beli komputer Rp. 20 juta, ternyata harga sebenarnya hanya Rp. 5 juta, dan akhirnya sisanya dipakai untuk keperluan lain yang di luar rencana (honor, tunjangan, beras atau minyak goreng untuk karyawan).
4. Orang yang tidak tega memalak teman-temannya yang menjadi rekanan bisnis institusinya, dengan meminta kuitansi seharga Rp. 50 juta, padahal nilai pengadaan barang/jasa sebenarnya hanya seharga Rp. 25 juta. Si rekanan bisnis ini karena marginnya kecil, jadi ngemplang pajak, karena memang dia tidak menerima duwit sebesar itu. Perusahaannya bangkrut karena nggak kuat bayar pajak, akhirnya dia buat perusahaan lagi dan ngurus jadi rekanan lagi. Muter-muter terus coi …
5. Anak muda yang cerdas, berwawasan dan bisa mengeluarkan dan merangkumkan ide (pendapat) yang lebih brilian dan strategis daripada eselon diatasnya (eselon 4, 3, 2, 1) atau bahkan seorang menteri. Si anak muda ini ketika bertemu dengan bos yang tidak tepat akan disebut bahwa idenya terlalu strategis dan kurang tepat dengan golongannya yang rendah dan cocok untuk permasalahan teknis
6. Orang yang tidak suka dirinya dan hasil kerjanya dinilai hanya dari absensi. Atau lebih lagi bagi orang yang tidak bisa kerja kalau sebelum kerja harus njeglok mesin absensi Apa yang anda perbuat, membuat proposal setebal kamus oxford, kerja lembur sampai subuh, membuat kerjasama dengan institusi atau organisasi di luar negeri, atau mengharumkan nama institusi karena anda berprestasi di luar, semua tidak akan dipandang kalau absensi anda jeblog. Kalau anda protes, maka anda akan diminta membaca UU No 43 Tahun 1999 tentang Pokok-Pokok Kepegawaian dan PP No 30 tahun 1980 tentang Peraturan Disiplin Pegawai Negeri Sipil. Kalau perlu bacanya sambil nyungsep di laut saja mas …
7. Orang yang merasa kurang apabila bekerja sehari hanya 4 jam. Karena kemungkinan anda akan datang jam 8 pagi, njeglok absen, sarapan pagi sambil ngobrol sampai jam 10. Istirahat siang jam 12, kembali ke kantor jam 13:15, dan adzan sholat ashar jam 15:15 merupakan bel pulang kantor.
8. Orang yang memiliki jiwa enterpreneur dan selalu melihat segala peluang sebagai peluang yang kemungkinan bisa menjadi bisnis. Ketika jiwa enterpreneur ini diimplementasikan di tempat yang tepat hasilnya akan positif, tetapi apabila diimplementasikan di institusi pemerintah tempat bekerja, bisa jadi sumber korupsi yang maha dahsyat dan mengerikan. Orang ini diharapkan ketika melihat berjubelnya pendaftaran PNS dan mendengar keluhan 4 juta PNS di Indonesia tentang gaji mereka yang rendah selalu berpikir untuk mempunyai perusahaan dan bisa membuka lapangan kerja baru bagi 4 juta orang di Indonesia. Mungkin posisi itu lebih tepat.
Saya yakin bahwa sebagai anak bangsa , baik posisi kita ada di dalam maupun di luar institusi pemerintah, kita ingin dan sama-sama berdjoeang membuat republik kita ini lebih baik, lebih maju, lebih sejahtera dan disegani bangsa-bangsa lain. Seperti yang sudah saya sitir diatas, kadang PNS bukanlah pelaku, tetapi sebenarnya juga menjadi korban. Masih banyak “PNS-PNS lurus” yang siap melakukan perbaikan di negeri ini. Mari kita melakukan perbaikan semampu kita, baik dengan lisan, hati maupun dengan tangan. Dan jangan lupa untuk mensyukuri segala nikmat dan keadaan yang sudah Allah berikan kepada kita
kenapa saya repost lagi, karena saya ingin menyimpannya agar saya bisa bercermin tentang jatidiri saya sebenarnya....(Wualaahh ngomong apaan ya saya). Dimana posisi saya?? hehe
Jadi kalau ada yang menentang atau pun yang pro silakan, tp jangan anarki yah..hehe
artikel ini saya ambil dari forum sebelah, sumbernya dari sini
Judul Asli: Fenomena Pegawai Negeri Sipil
****
just share pengalaman teman sebagai PNS - sekedar berbagi pengalaman
no offense atau memojokkan profesi, semoga banyak hikmah yang kita dapatkan dari tulisan ini
Menjadi PNS (Pegawai Negeri Sipil), bagi sebagian orang Indonesia adalah sebuah dambaan, meskipun bagi sebagian lagi yang lain mungkin keengganan. Menjadi dambaan banyak orang sehingga antrean pengambil formulir pendaftaran CPNS selalu membludak setiap tahun. Orang merelakan apapun yang dia miliki untuk menjadi seorang PNS, baik uang puluhan juta rupiah, harga diri, dsb. Meskipun sudah ada upaya dari pemerintah untuk memperbaiki masalah rekrutmen PNS, baik melalui hukuman dan perbaikan sistem, tapi tetap saja masalah sogok, suap, atau apalah namanya adalah fakta yang terjadi di masyarakat.
Alhamdulillah saya tidak perlu melewati itu semua, karena kebetulan saya menjadi PNS bukan lewat jalur penerimaan biasa, tapi lewat beasiswa sekolah luar negeri dalam program STAID (sebelumnya bernama OFP dan STMDP) yang diinisiasi pak Habibie. Well, meskipun saya tidak pernah bercita-cita menjadi PNS, saya harus ikhlas melaksanakan perjanjian yang dulu saya buat sebelum berangkat ke Jepang. Dan secara dewasa saya harus mengakui bahwa ini adalah jalur jalan kehidupan saya, paling tidak sampai ikatan dinas 2n+1 saya berakhir
Jujur, saat ini saya merasa fatique, penat dan bosan dengan kehidupan saya sebagai PNS. Mohon maaf bagi rekan-rekan saya sesama PNS, sekali lagi saya tidak bermasalah dengan anda semua, saya cinta anda semua dan sedang berdjoeang seperti anda-anda semua Yang saya penatkan adalah behavior, sistem dan birokrasi yang ada di dalam institusi pemerintah. Biasanya yang menentramkan saya adalah sahabat saya yang lagi nongkrong di jerman, yaitu Made Wiryana yang sering mengatakan bahwa, yang paling gampang itu memang kalau kita memilih berdjoeang di luar, bebas dan tidak terikat. Penghargaan yang besar kepada rekan-rekan yang memilih berdjoeang di dalam institusi pemerintah, membuat inovasi serta perbaikan dari dalam.
Nah saya ingin menshare suatu ide, pandangan dan referensi sebelum saudara-saudara saya tercinta di seluruh Indonesia memilih untuk menjadi PNS. Tentu yang saya sampaikan ini masih bersifat subjektif, masih hanya analisa di satu atau dua institusi pemerintah, dan perlu satu langkah diskusi, survey atau penelitian yang komprehensif sebagai upaya objetifikasi ide. Poin-poin yang saya sampaikan di bawah juga masih bisa ditambahi, dikurangi, dihapus atau bahkan diturunkan kalau muncul desakan di sana sini Mudah-mudahan ide ini bisa jadi gambaran sehingga tidak ada lagi orang yang salah jalan menempuh jalan terjal dan mendaki menjadi PNS, padahal itu sebenarnya tidak cocok untuk dirinya.
Jadi menurut saya, sekali lagi “menurut saya”, PNS tidak cocok untuk orang-orang seperti di bawah:
1. Orang yang ingin melakukan perubahan, perbaikan, membuat inovasi baru dan berharap itu akan terimplementasikan dalam waktu cepat. Perubahan, perbaikan berjalan lambat karena sistem (baik dalam konotasi baik maupun buruk ) sudah berjalan sangat lama dan turun temurun. Anda mau nekat? anak kemarin sore dan pahlawan kesiangan adalah gelar abadi anda
2. Orang yang tidak suka melihat uang dan anggaran dipermainkan, diputar-putar dan dipatgulipat. Orang yang memandang bahwa permainan anggaran, permainan perencanaan kegiatan adalah kegiatan yang salah, penuh dosa dan akan mendapatkan balasan setimpal di akherat kelak. Perlu dicatat juga bahwa banyak juga ”PNS lurus” yang tidak menyadari bahwa beberapa fasilitas dan honor yang diterima adalah hasil subsidi silang dari kesemrawutan anggaran dan realisasinya.
3. Orang yang tidak suka sesuatu berjalan tidak sesuai dengan rencana atau anggaran yang jauh-jauh hari telah ditetapkan. Dalam rencana anggaran tertulis beli komputer Rp. 20 juta, ternyata harga sebenarnya hanya Rp. 5 juta, dan akhirnya sisanya dipakai untuk keperluan lain yang di luar rencana (honor, tunjangan, beras atau minyak goreng untuk karyawan).
4. Orang yang tidak tega memalak teman-temannya yang menjadi rekanan bisnis institusinya, dengan meminta kuitansi seharga Rp. 50 juta, padahal nilai pengadaan barang/jasa sebenarnya hanya seharga Rp. 25 juta. Si rekanan bisnis ini karena marginnya kecil, jadi ngemplang pajak, karena memang dia tidak menerima duwit sebesar itu. Perusahaannya bangkrut karena nggak kuat bayar pajak, akhirnya dia buat perusahaan lagi dan ngurus jadi rekanan lagi. Muter-muter terus coi …
5. Anak muda yang cerdas, berwawasan dan bisa mengeluarkan dan merangkumkan ide (pendapat) yang lebih brilian dan strategis daripada eselon diatasnya (eselon 4, 3, 2, 1) atau bahkan seorang menteri. Si anak muda ini ketika bertemu dengan bos yang tidak tepat akan disebut bahwa idenya terlalu strategis dan kurang tepat dengan golongannya yang rendah dan cocok untuk permasalahan teknis
6. Orang yang tidak suka dirinya dan hasil kerjanya dinilai hanya dari absensi. Atau lebih lagi bagi orang yang tidak bisa kerja kalau sebelum kerja harus njeglok mesin absensi Apa yang anda perbuat, membuat proposal setebal kamus oxford, kerja lembur sampai subuh, membuat kerjasama dengan institusi atau organisasi di luar negeri, atau mengharumkan nama institusi karena anda berprestasi di luar, semua tidak akan dipandang kalau absensi anda jeblog. Kalau anda protes, maka anda akan diminta membaca UU No 43 Tahun 1999 tentang Pokok-Pokok Kepegawaian dan PP No 30 tahun 1980 tentang Peraturan Disiplin Pegawai Negeri Sipil. Kalau perlu bacanya sambil nyungsep di laut saja mas …
7. Orang yang merasa kurang apabila bekerja sehari hanya 4 jam. Karena kemungkinan anda akan datang jam 8 pagi, njeglok absen, sarapan pagi sambil ngobrol sampai jam 10. Istirahat siang jam 12, kembali ke kantor jam 13:15, dan adzan sholat ashar jam 15:15 merupakan bel pulang kantor.
8. Orang yang memiliki jiwa enterpreneur dan selalu melihat segala peluang sebagai peluang yang kemungkinan bisa menjadi bisnis. Ketika jiwa enterpreneur ini diimplementasikan di tempat yang tepat hasilnya akan positif, tetapi apabila diimplementasikan di institusi pemerintah tempat bekerja, bisa jadi sumber korupsi yang maha dahsyat dan mengerikan. Orang ini diharapkan ketika melihat berjubelnya pendaftaran PNS dan mendengar keluhan 4 juta PNS di Indonesia tentang gaji mereka yang rendah selalu berpikir untuk mempunyai perusahaan dan bisa membuka lapangan kerja baru bagi 4 juta orang di Indonesia. Mungkin posisi itu lebih tepat.
Saya yakin bahwa sebagai anak bangsa , baik posisi kita ada di dalam maupun di luar institusi pemerintah, kita ingin dan sama-sama berdjoeang membuat republik kita ini lebih baik, lebih maju, lebih sejahtera dan disegani bangsa-bangsa lain. Seperti yang sudah saya sitir diatas, kadang PNS bukanlah pelaku, tetapi sebenarnya juga menjadi korban. Masih banyak “PNS-PNS lurus” yang siap melakukan perbaikan di negeri ini. Mari kita melakukan perbaikan semampu kita, baik dengan lisan, hati maupun dengan tangan. Dan jangan lupa untuk mensyukuri segala nikmat dan keadaan yang sudah Allah berikan kepada kita
Thursday, March 31, 2011
Perbedaan dan Sudut pandang
Tiada yang salah dengan perbedaan
dan segala yang kita punya
yang salah hanyalah sudut pandang kita
yang membuat kita terpisah
mestinya perbedaan bukan alasan
untuk tak saling memahami
harusnya kita bisa memberi jalan
tuk satukan semua harapan
karena tak seharusnya
perbedaan menjadi jurang
bukankah kita diciptakan
untuk dapat saling melengkapi
mengapa ini yang terjadi
****
sekilas lirik lagu "mengapa ini terjadi" yang dipopulerkan oleh Tere dan Alvent ini cukup sederhana. Tetapi jika kita renungkan, semua ada benarnya.
Berbeda itu pasti, tak ada sesuatu makhluk (baca:manusia) itu sama persis. Baik fisik maupun non fisik seperti pemikiran, pendapat atau apapun yang tak terlihat secara kasat mata.
Jika perbedaan fisik kita tak terlalu mempermasalahkannya. (tetep aja biasanya orang mempermasalahkannya; ex. rasis). Namun jika itu sudah menyangkut pendapat, kondisi atau keadaan (baca:nasib) dan lainnya, perbedaan bisa menjadi "mancis" untuk menyalakan api perbedaan.
dan ternyata perbedaan itu bisa membakar atau di istilah kan jurang oleh pencipta lagu "mengapa ini yang terjadi" seperti lirik diatas.
Contoh yang sangat terlihat dalam masalah percintaan.
Perbedaan menjadi sebuah romansa yang dilematis. Antara mempertahankan pendapat/keyakinan diri atau menerimanya sebagai sebuah pertimbangan.
Lalu kenapa sudut pandang yang dipersalahkan???
Menurut saya:
Sudut pandang dapat di "kambing hitam" kan atas segala perbedaan yang terjadi dengan catatan sudut pandang itu tidak objektif. Biasanya sih karena unsur egoisme dari dalam diri. Jadi benar atau salah pendapat orang lain tak pernah diperhatikan apalagi dipertimbangkan.
Idealnya, perbedaan akan menjadi indah apabila kita melihatnya dengan berbagai sudut pandang. Sudut pandang kita sendiri, pihak kedua atau lawan perbedaan kita dan sudut pandang orang lain. Maka pertimbangan dari berbagai sudut pandang inilah kita dapat melihat, memahami dan mempertimbangkan untuk menerima perbedaan menjadi sebuah keindahan.
Contoh:
PSSI vs Pemerintah
Om NH cs, nekat menolak dan mengibarkan bendera perang kepada pemerintah, karena menganggap diri nya benar (padahal#%^%&^^???) lalu dengan gamang berkoar-koar untuk bertahan. Lalu pemerintah dengan om AM membekukan PSSI dengan pertimbangan kebaikan sepakbola Indonesia.
Lalu siapa yang salah??
Yang jelas sudut pandang dari kedua "tokoh" diatas tersebut berbeda. Sudut pandang siapa yang benar, maka kita kembalikan ke sudut pandang kita sebagai orang lain??
Saya menilai individu itu bisa berubah, dari buruk jadi baik atau dari baik menjadi buruk.
Ya, Allah tunjukkan kepada kami yang benar itu benar
dan berilah kami kekuatan untuk mengikuti dan menjalankannya..
dan tunjukkan yang salah itu salah..
dan berilah kami kekuatan untuk meninggalkan dan menjauhinya
NB
Mancis : sebutan pemantik api di kota kami.
dan segala yang kita punya
yang salah hanyalah sudut pandang kita
yang membuat kita terpisah
mestinya perbedaan bukan alasan
untuk tak saling memahami
harusnya kita bisa memberi jalan
tuk satukan semua harapan
karena tak seharusnya
perbedaan menjadi jurang
bukankah kita diciptakan
untuk dapat saling melengkapi
mengapa ini yang terjadi
****
sekilas lirik lagu "mengapa ini terjadi" yang dipopulerkan oleh Tere dan Alvent ini cukup sederhana. Tetapi jika kita renungkan, semua ada benarnya.
Berbeda itu pasti, tak ada sesuatu makhluk (baca:manusia) itu sama persis. Baik fisik maupun non fisik seperti pemikiran, pendapat atau apapun yang tak terlihat secara kasat mata.
Jika perbedaan fisik kita tak terlalu mempermasalahkannya. (tetep aja biasanya orang mempermasalahkannya; ex. rasis). Namun jika itu sudah menyangkut pendapat, kondisi atau keadaan (baca:nasib) dan lainnya, perbedaan bisa menjadi "mancis" untuk menyalakan api perbedaan.
dan ternyata perbedaan itu bisa membakar atau di istilah kan jurang oleh pencipta lagu "mengapa ini yang terjadi" seperti lirik diatas.
Contoh yang sangat terlihat dalam masalah percintaan.
Perbedaan menjadi sebuah romansa yang dilematis. Antara mempertahankan pendapat/keyakinan diri atau menerimanya sebagai sebuah pertimbangan.
Lalu kenapa sudut pandang yang dipersalahkan???
Menurut saya:
Sudut pandang dapat di "kambing hitam" kan atas segala perbedaan yang terjadi dengan catatan sudut pandang itu tidak objektif. Biasanya sih karena unsur egoisme dari dalam diri. Jadi benar atau salah pendapat orang lain tak pernah diperhatikan apalagi dipertimbangkan.
Idealnya, perbedaan akan menjadi indah apabila kita melihatnya dengan berbagai sudut pandang. Sudut pandang kita sendiri, pihak kedua atau lawan perbedaan kita dan sudut pandang orang lain. Maka pertimbangan dari berbagai sudut pandang inilah kita dapat melihat, memahami dan mempertimbangkan untuk menerima perbedaan menjadi sebuah keindahan.
Contoh:
PSSI vs Pemerintah
Om NH cs, nekat menolak dan mengibarkan bendera perang kepada pemerintah, karena menganggap diri nya benar (padahal#%^%&^^???) lalu dengan gamang berkoar-koar untuk bertahan. Lalu pemerintah dengan om AM membekukan PSSI dengan pertimbangan kebaikan sepakbola Indonesia.
Lalu siapa yang salah??
Yang jelas sudut pandang dari kedua "tokoh" diatas tersebut berbeda. Sudut pandang siapa yang benar, maka kita kembalikan ke sudut pandang kita sebagai orang lain??
Saya menilai individu itu bisa berubah, dari buruk jadi baik atau dari baik menjadi buruk.
Ya, Allah tunjukkan kepada kami yang benar itu benar
dan berilah kami kekuatan untuk mengikuti dan menjalankannya..
dan tunjukkan yang salah itu salah..
dan berilah kami kekuatan untuk meninggalkan dan menjauhinya
NB
Mancis : sebutan pemantik api di kota kami.
Subscribe to:
Posts (Atom)


